Berita Kaltimpost Rabu, 26 September 2012 Digugat, Isran Noor Kalah Soal Penolakan SK Perpanjangan Izin Perusahaan Sawit di Desa Cipta Graha

SAMARINDA – Bupati Kutai Timur Isran Noor terpaksa gigit jari. Pasalnya, gugatan yang dilayangkan sebuah perusahaan sawit, PT Fairco Agro Mandiri (FAM), dikabulkan majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda, kemarin (25/9). Alhasil Isran harus mencabut surat penolakan pemberian perpanjangan izin perusahaan tersebut.

Untuk diketahui, PT FAM melayangkan gugatan kepada Isran pada 6 Juli silam. Melalui kuasa hukum Liam Samosir dan rekan, perusahaan tersebut memperkarakan bupati Kutim itu lantaran menolak memperpanjang izin perusahaan seluas sekitar 6.517 hektare di Desa Cipta Graha, Kolek, Bukit Makmur, Bukit Harapan, Bangun Jaya, Citra Manunggal Jaya. Desa-desa tadi teresebar di Kecamatan Kaliorang, Kaubun, dan Sangkulirang.

Penolakan perpanjangan izin itu melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Kutim Nomor 591/0414/DIS-PL&TR/III/2012 per tanggal 7 Maret 2012. Pihak perusahaan mengaku pernah menyanggah SK tersebut namun tak ditanggapi. Sikap diam bupati itulah yang kemudian dipersoalkan dan menjadi obyek sengketa. Dengan keluarnya SK bupati itu, perusahaan merasa dirugikan lantaran tak bisa lagi melakukan usaha pembudidayaan kelapa sawit.

Pada sidang yang digelar di PTUN Samarinda, di Jl Bung Tomo, Kelurahan Baqa, Samarinda Seberang, sekira pukul 12.30 Wita, kemarin (25/9), majelis hakim yang diketuai Hari Hartomo memutuskan mengabulkan permohonan penggugat (PT FAM) secara keseluruhan. Selain itu, PTUN juga menyatakan batal SK Bupati Kutim tentang penolakan pemberian perpanjangan izin PT FAM, memerintahkan kepada tergugat (Isran Noor) untuk mencabut Sk tersebut, dan memerintahkan kepada tergugat untuk menerbitkan surat keputusan tata usaha negara terkait objek sengketa.

Selain itu, majelis hakim juga mengabulkan permohonan penggugat tentang penundaan objek sengketa (SK Bupati). Keputusan itu berlaku sejak tanggal ditetapkan sampai ada keputusan lain yang berkekuatan hukum tetap.

Hari Hartomo juga mempersilakan kepada pihak yang bersengketa untuk menempuh upaya hukum lebih lanjut ke pengadilan yang berkedudukan lebih tinggi yakni Pengadilan Tinggi Tata Usaha (PT-TUN) jika berkeberatan dengan keputusan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Menanggapi hal itu, kuasa hukum tergugat yang diwakili Ardiansyah mengatakan akan berjuang menempuh upaya hukum banding. “Kami akan upayakan banding,” kata dia. (*/dwi/ind)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s