Gubernur Panen Perdana Sawit di Desa Cipta Graha, Kaubun.Kelapa sawit jadi lokomotif baru ekonomi Kaltim Kamis, 12 Juli 2012

Samarinda (ANTARA News) – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan terus meningkatkan sektor perkebunan kelapa sawit menjadi lokomotif baru perekonomian menggantikan sektor pertambangan.

“Saat ini kita tidak bisa lagi mengandalkan batubara, minyak dan gas. Sudah waktunya kita membuat lokomotif baru melalui pengembangan sektor pertanian dan perkebunan, khususnya kelapa sawit,” kata Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak pada panen sawit perdana di perkebunan PT Gupta Samba di Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, Rabu.

Panen perdana kelapa sawit di kawasan perkebunan milik PT Gupta Samba tersebut merupakan salah satu rangkaian kunjungan kerja Awang Faroek Ishak ke wilayah Utara Kaltim yang berlangsung 9 hingga 15 Juli 2012.

Batubara, kata Awang, tidak akan bisa lagi diandalkan untuk mensejahterakan rakyak tetapi perkebunan kelapa sawit yang dapat memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.

Gubernur mengemukakan bahwa jumlah perusahaan kelapa sawit di daerah itu saat ini mencapai lebih 200 buah dan 42 pabrik CPO (Crude Palm Oil).

Pemprov Kaltim, kata Awang, optimistis bahwa target satu juta hektare kelapa sawit akan segera terpenuhi.

“Saya optimistis, target satu juta hektare kelapa sawit akan segera tercapai sebab PT Gupta Samba sendiri saat ini telah memiliki lahan perkebunan sawit hampir 45 ribu hektare,” katanya.

Gubernur juga memberikan apresiasi kepada pihak PT. Gupta Samba atas komitmennya untuk bermitra dengan masyarakat melalui kebun plasma. Namun sistem plasma ini harus lebih ditingkakan dan kala perlu harus lebih besar dari perkebunan inti.

General Manager PT Gupta Samba, Muhadi mengatakan, perusahaan yang melakukan penanaman perdana pada 2005 itu saat ini telah memiliki areal perkebunan sawit di Kabupaten Kutai Timur dan Kabupaten Berau seluas 45 ribu hektare dengan rincian 94.795 hektare kebun inti dan 10.205 hektare kebun plasma.

Direncanakan hingga akhir 2014, luas perkebunan sawit akan mencapai 63 ribu hektare.

Tenaga kerja lokal yang dipekerjakan mencapai 80 persen sementara dari luar hanya 20 persen.

Pelaksanaan sistem plasma ini dilakukan melalui kerja sama dengan masyarakat yang terhimpun dalam Koperasi Karya Pembangunan,” ujar Muhadi.
(A053/R007)
Editor: Ruslan Burhani

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s