Tularkan Program KIBBLA ke Seluruh Kaltim

Berita Kaltimpost, Minggu, 01 Juli 2012 , 08:43:00

MCHIP (Maternal Child Health Integrated Program) yang selama ini bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam memberikan pendampingan dan batuan teknis dalam upaya peningkatan Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Balita (KIBBLA) di daerah sejak 2008 lalu, terus meningkatkan program dimaksud.
Bahkan belum lama ini Pemkab Kutim dan MCHIP yang didanai oleh USAID (United States Agency for International Development) telah menyelengarakan Mini University (MU)-KIBBLA dengan mengundang seluruh perwakilan Kabupaten dan Kota se Kalimantan Timur (Kaltim).
Tujuannya untuk menularkan program peningkatan KIBBLA di seluruh provinsi ini. Kegiatan dimaksud dilaksanakan selama dua hari (24-25 Mei) di Hotel Mesra Internasional, Samarinda.
MU merupakan ajang pengenalan atau sosialisasi dari hasil-hasil pelaksanaan Program bantuan teknis MCHIP tentang DTPS-KIBBLA (District Team Problem Solving-Kesehatan Ibu, Bayi Baru Lahir, dan Balita) pada kabupaten-kabupaten lain di Kaltim. Harapan dari penyelenggaraan MU tersebut yakni agar pembelajaran-pembelajaran dari pelaksanaan DTPS-KIBBLA di Kutim dapat diadopsi oleh kabupaten dan kota se-Kaltim. Terutama enam program pendekatan DTPS-KIBBLA yaitu Perawatan Metode Kangguru (PMK), DTPS, Desa Siaga (Siap Antar dan Jaga), SBMR (Standard Based Management Recognition), Kelas Ibu, dan AMP.
“Mini University ini tidak hanya dilaksanakan di Kalimantan Timur. Tapi sebelumnya juga sudah dilaksanakan di Banten. Mini University di Banten, Kabupaten Serang sebagai kabupaten pembelajaran DTPS-KIBBLA, nah sekarang Kabupaten Kutai Timur untuk pembelajaran DTPS-KIBBLA di Kalimantan Timur,” jelas Jamhur Romli dari MCHIP-USAID di Hotel Mesra yang juga sebagai Ketua Penyelenggara MU KIBBLA Kaltim.
MU tersebut dihadiri oleh pejabat-pejabat daerah dari tingkat provinsi, kabupaten, kecamatan dan desa serta dari MCHIP-USAID. Kabupaten Kutim sebagai kabupaten yang mendapat bantuan teknis DTPS-KIBBLA dari MCHIP-USAID mengahadirkan para pihak yang terlibat dalam program sejak 2008 yaitu dari 6 kecamatan dengan 48 desa yang terlibat. Dengan jumlah peserta dan undangan lebih dari 200 orang.
Kepala Dinas Kesehatan Kutim Marthen Luther mengatakan khusus pencapaian MDGs poin 4 dan 5, Pemkab mengkonsentrasikan pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sesuai dengan bantuan teknis MCHIP-USAID.
“Karena Kutai Timur dipilih sebagai wilayah Program DTPS-KIBBLA selama 2 tahun (sejak 2008). Adanya bantuan teknis MCHIP-USAID ini telah mendorong Pemkab Kutim meningkatkan anggaran daerah untuk pelayanan dan operasional kesehatan,” kata Marthen.
Di tahun 2012 ini, sambungnya, melalui Dinas Kesehatan akan dilakukan peningkatan anggaran bagi biaya operasional puskesmas dan peningkatan jumlah tenaga kesehatan (bidan) di desa.
Pelaksanaan DTPS-KIBBLA di Kutim meliputi 6 kecamatan yaitu Sakulirang, Kaubun, Kaliorang, Bengalon, Rantau Pulung dan Teluk Pandan. Pelaksanaan DTPSKIBBLA di tingkat kecamatan diharapkan menjadi solusi untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan KIA hingga ke tingkat wilayah terkecil yaitu desa, sehingga warga desa melaui KIBBLA nantinya dapat secara mandiri melayani kesehatannya terutama kesehatan ibu hamil, bayi baru lahir, dan balita. (kmf4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s