Hujan semalaman,Banjir rendam Kaubun

Hujan deras yang melanda Kaubun dan sekitarnya pada Kamis tengah Malam hingga Jum;at pagi (11/5) ternyata masih menyisakan persoalan, beberapa kawasan di Desa Bumi Etam dan Desa Pengadan Baru terendam banjir. Banjir ini bukan lah yang pertama kali terjadi, warga sekitar jalan Jelutung Desa Bumi Etam misalnya menganggap hal ini sudah biasa. Menurut penuturan warga sekitar, Usman Moa, banjir memang sudah sering terjadi, selain tidak adanya saluran gorong-gorong disekitar tempat tinggal mereka juga dipicu menyempitnya aliran Sungai Glenseng yang berada dibelakang pemukiman warga “ Banjir terjadi karena aliran anak sungai yang dibelakang itu kecil, makanya karena debit air tidak mampu ditampung anak sungai airnya melimpas hingga kejalan dan merendam 18 rumah warga”. Kata Usman Moa selepas sholat Jum’at. Dirinya pun berharap kepada Pemda Kutai Timur agar aliran anak sungai tersebut bisa diperbesar agar banjir seperti ini tidak terulang.Warga Desa Bumi Etam lainnya , Sareh Mulyono, pun mengakui banjir kali ini termasuk besar, “ ditempat kerja kami malah sampai seleher tingginya, makanya kami tadi tidak masuk kerja” ungkapnya yang juga karyawan perusahaan perkebunan sawit PT SPN.
Akibat banjir tersebut, jalan Poros Provinsi sepanjang 200 meter terendam air hingga selutut orang dewasa, hal tersebut menyebabkan arus lalu lintas menjadi tersendat karena banyak pengguna motor yang mesinnya mati karena tingginya luapan air. Selain merendam rumah warga, banjir juga merendam persawahan milik warga yang terletak di blok Jatim. Menurut Sumaryono, warga setempat,sawah milik kelompok tani Bina Bersama seluas 20 Ha dan Karya Bakti 15 Ha semuanya terendam.” Kami tentu saja rugi karena tanaman tersebut baru saja ditanam.” Ujar Sumaryono yang juga Sekretaris Kelompok Tani Bina Bersama.
Sama halnya di Desa Pengadan Baru,banjir pun merendam sejumlah ruas jalan dan merendam pemukiman mereka sebanyak 14 rumah warga di RT 10 dan RT 6 dan lahan persawahan bahkan memutuskan jalur transportasi yang melalui jembatan Sungai Gulang-Gulang yang menghubungkan dengan Desa Kadungan Jaya.Menurut Safwan, Pjs. Kades Pengadan Baru, banjir kali ini termasuk yang terparah karena menyempitnya aliran anak Sungai Gulang-Gulang. “ Ada lahan persawahan yang baru saja selesai tanam seluas 11,5 Hektar yang terendam” kata Kades yang rumahnya tidak jauh dari lokasi banjir. Sebelumnya banjir juga pernah merendam kawasan ini pada akhir tahun 2011 yang lalu dan merusak jalan yang baru saja diperbaiki dari anggaran ADD.Hingga berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda banjir akan surut di kedua Desa tersebut.

Kondisi Banjir di RT 7 Desa Bumi Etam Kecamatan Kaubun
Kondisi Banjir di RT 7 Desa Bumi Etam Kecamatan Kaubun,anak-anak bermain disaat banjir tentu memiliki potensi terkena penyakit
kondisi banjir di RT 10 Desa Pengadan Baru pada hari Sabtu, 12 Mei 2012.anak-anak bermain disaat banjir tentu memiliki potensi terkena penyakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s