Kaubun Siap Dukung Kutim Swasembada Beras Potensial 1.812 Hektere

Kutipan Kaltimpost, Minggu, 22 April 2012

Hamparan Sawah di Desa Cipta Graha, Kecamatan Kaubun

Kaubun merupakan satu dari beberapa kecamatan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian, khususnya padi sawah. Terutama untuk mendukung program Pemkab Kutai Timur (Kutim) menuju swasembada beras. Demikian dikatakan Camat Kaubun, Rizali Hadi.
Menurut Rizal, saat ini Kaubun memiliki lahan potensial seluas 1.812 Hektere dan lahan fungsional sekitar 862 hektare. “Luas sawah yang sudah ditanami dan bisa dipanen sekitar 836 hektare dan yang belum digarap sekitar 950 hektare,” kata Rizal pada acara panen raya di Desa Cipta Graha, Rabu (19/4) lalu.
Dia optimistis jika semua lahan persawahan tergarap dengan baik, maka Kaubun dapat menjadi salah satu daerah lumbung beras di Kutim. Harapan ini bakal cepat terwujud bila pemerintah dan seluruh stake holder dapat mengelola program antar-sektor.
Sedangkan untuk mendukung program perluasan sekaligus penggarapan lahan sawah tersebut, Rizal mengharapkan Pemkab Kutim dan pihak swasta dapat menghubungkan dua sarana fasilitas irigasi untuk memudahkan petani melakukan pengairan. Dua bendungan itu yakni Cipta Graha dan Kaubun.
Kendati produksi padi terus meningkat menurut Rizal, hal itu tidak serta merta meningkatkan pendapatan ekonomi para petani di daerahnya. Sebab, selama ini para petani, khususnya masyarakat Kaubun, masih kesulitan memasarkan hasil panen akibat terkendala infrastruktur jalan yang belum maksimal. Kemudian petani masih memerlukan penguatan modal dan kelembagaan.
Contohnya, Dinas Koperasi belum maksimal memberikan pembinaan petani dalam hal manajemen pemasaran hingga penentuan harga layak di pasaran. Karena memang seharusnya pemerintah dapat mengkondisikan ataupun mengintervensi terkait kesepakatan harga sehingga harga padi petani tidak dipermainkan para tengkulak. “Karena petani hanya tahu bertani saja, sedangkan pemasarannya masih dikelola dengan manajemen yang minim,” sebutnya.
Menanggapi hal itu Sekretaris Kabupaten Kutim Ismunandar berjanji akan terus melakukan koordinasi pada pihak dan instansi terkait untuk memfasilitasi dan memberikan pembinaan untuk petani. Dia juga berharap peran itu juga didukung semua stakeholder, yakni perusahaan yang beroperasi di Kaubun, baik perusahan perkebunan maupun sektor lainnya.
“Semua pihak harus mendukung program swasembada beras Kutai Timur. Perusahaan bisa membantu petani melalui CSR (corporate social responcibility, Red.). Kemudian perusahaan yang sudah memiliki lahan tetapi tidak serius (beroperasi) juga sebaiknya dicabut izinnya. Lebih baik digunakan petani untuk mengembangkan pertanian,” tegas Ismunandar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s