Kades di Kutim Tertipu, Rp 9 Juta Melayang, Kades di Kaubun juga hampir tertipu

Kutipan Tribun Kaltim – Rabu, 18 April 2012

SANGATTA, tribunkaltim.co.id- Aksi penipuan semakin marak dilakukan orang-orang tidak bertanggung-jawab. Bahkan kini aksi para penipu tersebut mengatasnamakan pejabat dan instansi pemerintah tingkat pusat .

Kali ini aksi tersebut menyasar para kepala desa (kades) di Kutim. Dalam aksinya para penipu mengeluarkan surat edaran palsu yang berkaitan dengan program percepatan pembangunan infrastruktur desa tahun 2011-2014.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Kutim Moch Erlyan Noor, didampingi Kasubbag Pemberitaan Humas Setkab Kutim, Imam Sujono Lutfi, Rabu (18/4/2012), mengatakan bahwa dalam surat edaran palsu tersebut terdapat iming-iming pemberian dana bantuan kepada sejumlah desa yang langsung dari pemerintah pusat.

“Surat edaran palsu tersebut mengatasnamakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Keuangan,” kata Imam.

Dalam surat tersebut, para korban diarahkan untuk menghubungi nomor handphone
085397197888 yang mengatasnamakan Kepala Bappeda Provinsi Kaltim, Dr H Rusmadi, dengan maksud agar proses pencairan dana tidak mengalami keterlambatan.

Tentu saja korban diminta melakukan transfer dana ke rekening tertentu dengan besaran yang telah ditentukan jumlahnya, agar pencairan dapat berlangsung lancar. Imam menjelaskan, telah ada dua orang kades di Kutim yang telah menjadi korban dari aksi penipu tersebut.

“Syarat pencairan dana ialah melakukan transfer sebesar 1,7 persen atau sebesar Rp 9 juta dari total nilai yang hendak dikeluarkan melalui alokasi ADD nantinya. Adapun korban pertama ialah Kepala Desa Sekerat, yang terlanjur mengirimkan uang sebesar yang dinginkan oleh para penipu. Korban baru mengetahui jika dirinya tertipu, setelah menghubungi pihak BPMPD,” katanya.

Selain itu, seorang kades di Kecamatan Kaubun sempat hendak mengirimkan uang dengan jumlah yang sama. Namun beruntung sebelum transfer dilakukan, kades sempat menghubungi pihak BPMP untuk menanyakan perihal tersebut. Pihak BPMPD langsung melarang pengiriman uang tersebut. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s