Kaubun jadi percontohan ternak lebah madu

SANGATTA. Madu merupakan salah satu produk hasil hutan non kayu yang banyak digemari. Bukan saja karena manfaatnya yang sedemikian besar bagi masyarakat, namun lebih dari pada itu madu berikut lebahnya, merupakan bagian dan kebutuhan yang sangat sakral di tengah masyarakat tradisional. Melihat hal tersebut Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terdorong untuk mengembangkan budidaya tersebut. Dimana program tersebut sudah dimulai sejak pertengahan tahun ini mulai bagi masyarakat Desa Bumi Rapak Kecamatan Kaubun. Demikian disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kehutanan Kutim, Ordiansyah Tarlan didampingi Kepala Seksi Kasi Perhutanan Sosial dan Pelestarian Lingkungan, Achmadan Noor. “Mulai Juli lalu program ini sudah dilakukan untuk satu kelompok di Kaubun yang jadi tahap percontohan. Setelah berhasil kemudian dikembangkan lagi didaerah lain,” papar pria yang akrab disapa Ordi, ditemui Senin (28/11) kemarin di ruang kerjanya.
Dijelaskan Ordi, dipilihnya wilayah tersebut sebagai percontohan program budidaya lebah madu dikarenakan potensi sumber pakan lebah yang tersedia cukup besar. Sehingga sangat cocok untuk program tersebut. Selain itu, sebelum melaksanakan program tersebut, terlebih dahulu kelompok masyarakat yang ditunjuk untuk mengembangkannya terlebih dahulu diberikan bimbingan. “Jadi mereka sebelumnya dilatih dulu bagaimana cara mengembangkan dan membudidayakan lebah ini. Setelah siap baru bibit dan perlengkapannya diserahkan kepada kelompok,” lanjutnya.
Sementara saat disinggung terkait pembiayaan program ini, Ordi mengakui dananya dialokasikan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutim 2011 sebesar Rp 210 juta. Dana ini diperuntukan guna membeli bibit, kotak sarang lebah dan peralatan pemeras sarang. Ada 2 jenis lebah yang dikembangkan dalam program ini, yaitu lebah jenis Apis Melifera dan jenis Apis cerana merupakan species lebah lokal yang umum dibudidayakan.
“Kalau pakannya cukup, maka rata-rata satu buah stub bisa menghasilakan sebanyak 20 liter madu. Tentu hasilnya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” sebut Ordi.
Ia juga menambahkan, selain diperuntukan untuk menghasilkan madu, pengembangan budidaya lebah madu ini juga diarahkan untuk jadi pusat pembibitan lebah. Sehingga kedepan kelompok ini tidak hanya bisa menjual madunya saja, namun juga bisa menjual bibit lebahnya. Ia berharap melalui program budidaya lebah madu yang dikembangkan pihaknya tersebut masyarakat dapat memanfaatkan potensi hutan yang dimiliki wilayahnya untuk meningkatkan kesejahteraannya. Selain itu juga hal ini dirasa akan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk tetap memelihara dan menjaga kawasan hutan.
“Tahun depan akan kembali dilakukan programnya. Namun untuk daerahnya masih akan dilihat yang memiliki potensi sumber pakannya yang cukup besar,” pungkasnya. (*/aj/kpnn/agi)

Kotak pengembangbiakan lebah madu yang terdapat di Desa Bumi Rapak, Kecamatan Kaubun

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s