Buaya Sungai Rapak kembali serang warga

Sungai Rapak tempat lokasi kejadian warga diterkam buaya
Beberapa hari yang lalu tepatnya hari Sabtu tanggal 3 Desember 2011 jam 13.00 Wita , Buaya Sungai Rapak kembali memangsa salah seorang warga desa Bumi Jaya yang masih mempunyai hubungan saudara dengan Yutar. Korban yang berhasil selamat dari cengkraman buaya tersebut mengalami luka yang cukup serius pada bagian pergelangan tangannya akibat gigitan buaya. Saat ini korban sedang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Sangatta untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan akibat pendarahan yang parah. Saat ini pemerintah Desa dibantu unsur muspika sedang mengupayakan mendatangkan pawang buaya untuk menangkap buaya tersebut yang sudah meresahkan warga Kaubun.
Satu bulan sebelumnya warga Kaubun digegerkan dengan serangan buaya. Serangan buaya untuk yang ke 28 kalinya kembali terjadi di Sungai Rapak, Desa Bumi Jaya, Kecamatan Kaubun. Kejadian yang menewaskan warga jalan poros Desa Bumi Jaya , Kecamatan Kaubun ini bernama Yutar (40 tahun) terjadi pada hari Rabu lalu, 2 November 2011 sekitar pukul 18.00 Wita. Korban bersama 2 orang keluarga lainnya yang berprofesi sebagai penambang pasir sungai Rapak disaat kejadian bermaksud akan memasang jaring ikan sekaligus mandi ditepi sungai yang terletak dibelakang rumah. Menurut keterangan saksi mata, Aris, salah satu keluarga korban yang berada ditempat kejadian menuturkan bahwa kejadian begitu cepat. Korban yang biasanya sehari-hari memasang jaring ikan tidak mengetahui adanya kehadiran hewan buas tersebut dibelakangnya . ”Dari atas bibir sungai saya menyaksikan tiba-tiba buaya langsung menyambar bagian bahu kiri korban yang pada saat itu sedang duduk membelakangi sungai untuk memperbaiki jaring ikan miliknya” tutur Aris dilokasi kejadian. Aris yang terlihat masih shok dengan kejadian tersebut juga mengatakan korban sebenarnya sempat melakukan perlawanan dengan tangan kanannya namun buaya langsung membanting tubuh korban ke air dan membawanya kehulu Sungai Rapak.
Barulah pada keesokan harinya tepatnya Hari Kamis pagi,tepatnya pukul 09.30 Wita , tubuh korban berhasil ditemukan oleh warga yang mencarinya di muara Sungai Rapak dan Sungai Libun, yang berjarak 2 Km dari lokasi kejadian. Pada saat itu juga petugas dari Puskesmas Kaubun langsung melakukan otopsi terhadap jenazah korban. Menurut dr. Muhammad Yusuf, kondisi tubuh korban mengalami luka yang sangat parah.” Bagian Tangan kiri hingga bahu,organ bagian dalam didada,dan organ kemaluan korban kami temukan tidak ada,sedangkan dibagian leher terdapat luka seperti bekas cabikan yang cukup besar” kata dr. Muhammad Yusuf yang juga kepala Puskesmas Kaubun ini. Saat ini jenazah korban sedang dibawa dengan ambulans milik Puskesmas menuju Samarinda untuk dimakamkan disana.
Yus Yulianto, Kepala Desa Bumi Jaya menambahkan pada saat ini Pemerintah Desa bersama pihak terkait berusaha untuk menangkap buaya tersebut dengan mengandalkan jasa seorang pawang buaya yang didatangkan langsung dari Mandu Dalam, Sangkulirang. “ Kami tadi sempat rapat dengan pihak Polpos Kaubun bersama tokoh masyarakat, dan memutuskan untuk mencari dan akan menangkap buaya tersebut dengan menggunakan jasa pawang buaya” kata Yus Yulianto yang saat ini bersama warga Kaubun masih ramai berkumpul lokasi kejadian menunggu tertangkapnya buaya tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s