Listrik padam,Bumi Etam merana.

Listrik adalah kebutuhan yang sangat vital bagi masyarakat,tanpa listrik masyarakat tidak dapat melakukan aktifitas apapun, tidak terkecuali di Kecamatan Kaubun khususnya di Desa Bumi Etam karena sejak tanggal 21 Mei 2011 yang lalu masyarakat Desa Bumi Etam tidak dapat menikmati listrik yang berasal dari PLTD hasil bantuan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2008 karena banyakknya pelanggan listrik yang menunggak pembayaran.
Atas desakan dari masyarakat, Pemerintah Desa Bumi Etam difasilitasi oleh Camat Kaubun mengadakan rapat untuk membahas permasalahan ini dengan pengurus listrik desa yang saat ini telah dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) CV. PLTD Mandiri Elektrik sejak 5 Agustus 2009 yang lalu. Rapat yang diikuti oleh unsur pemerintahan desa dan masyarakat desa selaku pelanggan dilaksanakan pada hari Rabu yang lalu tanggal 1 Juni 2011 bertempat di Balai Desa Bumi Etam.
Dalam sambutannya, Camat Kaubun, Rizali Hadi menyatakan bahwa listrik merupakan kebutuhan mendasar yang harus dipenuhi untuk itu masyarakat khususnya di Desa Bumi Etam harus bersyukur karena satu-satunya desa yang mendapat bantuan mesin PLTD dari Pemkab Kutai Timur di Kecamatan Kaubun hanya ada di Desa Bumi Etam yang kebetulan juga merupakan ibukota Kecamatan. “yang harus disadari oleh masyarakat bahwa bantuan mesin listrik merupakan bantuan pemerintah dan pemerintah tidak membantu operionalnya, untuk itu mesin listrik ini harus dikelola secara swadaya, dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat.”kata Rizali Hadi dalam sambutannya yang dihadiri oleh puluhan warga dan unsur pemerintahan desa . Rizali Hadi pun mengapresiasi atas manajemen dan pengelolaan listrik desa yang ada selama ini dan berharap agar kinerja seperti ini bisa dipertahankan termasuk dengan mengoptimalkan BUMDes yang ada.
Wahyono selaku ketua pengurus BUMDes CV. PLTD Mandiri Elektrik menyatakan bahwa kondisi mesin PLTD yang ada saat ini masih dalam kondisi baik karena setiap bulan pihaknya rutin melakukan perawatan termasuk penggantian sparepart mesin merk Perkins yang terkadang harus mendatangkan dari Singapura apabila stok di Samarinda dan Jakarta tidak ada.seiring meningkatnya jumlah pelanggan yang dahulu awalnya 100 pelanggan kini mencapai 179 pelanggan yang sebagian besar masih menunggak dalam melalukan pembayaran sebesar Rp 150.000,/ 2 Ampere MCB yang dipasang dirumah warga. “Selain tunggakan pembayaran ada juga pencurian arus listrik yang dilakukan oleh warga tanpa berkoordinasi dengan tenaga teknisi sehingga menyebabkan penggunaan bahan bakar solar yang dahulunya hanya 80 liter per malam dari jam 6 sore hingga jam 12 malam namun saat ini telah mencapai rata-rata 110 liter per malam.”ungkap wahyono dalam penjelasannya. Wahyono juga menambahkan kendala lain yaitu pengadaan solar yang akhir-akhir ini langka di Kecamatan Kaubun.
Diakhir rapat itu, Kepala Desa Bumi Etam, Ambrosius E. Nani dan warga juga berharap agar listrik bisa segera dinyalakan dan mengharapkan agar pengurus menagih sisa tunggakan kepada warga.” Saya dan mungkin juga masyarakat yang ada di Bumi Etam berharap agar listrik bisa segera dinyalakan karena selama 1 tahun 9 bulan kami menikmati nyala listrik namun baru 12 malam kami tidak menikmati listrik hidup serasa menjadi sengsara karena anak-anak tidak dapat belajar, dan masyarakat tidak dapat melaksanakan aktifitasnya dirumah termasuk beristirahat sambil menonton TV setelah bekerja seharian” harap Kades Bumi Etam dalam akhir sambutannya..

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

2 pemikiran pada “Listrik padam,Bumi Etam merana.

  1. pengadan baru coba cepat di kasih listrik……
    kasihan jalan sudah jelek listrik pun tidak ada…………..
    mana perasaan nya ituuuuu

    1. Untuk listrik tahun 2010 yang lalu Desa Pengadan Baru telah mendapatkan bantuan dari PNPM satu unit PLTD 100 KV namun belum dapat dipergunakan karena jaringan listrik yang tidak sesuai dengan standart. namun demikian Pemerintah Desa melalui ADD tahun 2011 telah mengupayakan pembuatan jaringan listrik desa kerumah penduduk meskipun belum semuanya dapat dialiri karena keterbatasan anggaran. anggaran pembuatan jaringan listrik Desa Pengadan Baru yang didanai dari ADD sebesar Rp 86.000.000. (Delapan Puluh Enam Juta Rupiah). Sedangkan pada bulan Desember 2011 ini Desa Pengadan Baru mendapatkan lagi program pembangunan bantuan dari Pemerintah yang dinamakan PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Perdesaan) sebesar Rp 250.000.000, (Dua Ratus Lima Puluh Juta).Trims

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s