Laporan Hasil Survei Potensi Lahan Pertanian di Desa Bumi Etam, Bumi Rapak, Bumi Jaya dan Cipta Graha

Kecamatan Kaubun memiliki nilai lebih dimata investor khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit, dengan kondisi lahan berbukit dan iklim tropis dengan curah hujan tinggi setiap tahunnya membuat wilayah Kecamatan Kaubun menjadi lahan yang cocok untuk pengembangan lahan Kelapa Sawit. Dengan luas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang dimiliki eks Trans Kaubun dan Pengadan mencapai 10.526 Ha, merupakan potensi yang sangat luas bagi pengembangan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Kaubun dimasa yang akan datang.

Selain potensi perkebunan dan pertanian, potensi perikanan juga potensial untuk dikembangkan di Kecamatan Kaubun. Potensi perikanan yang dapat dikembangkan yaitu perikanan darat dan perikanan air laut karena beberapa Desa seperti Desa Bumi Rapak, Desa Bumi Etam dan Desa Cipta Graha berbatasan dengan laut dan merupakan daerah pesisir yang berpotensi untuk dikembangkan perikanan tambak/ air payau. Dengan beberapa anak sungai yang mengalir didalamnya dapat dipergunakan sebagai areal perikanan air tawar disamping untuk memenuhi kebutuhan air irigrasi bagi para petani dan air untuk kebutuhan hidup penduduk disekitar sungai. Hingga saat ini dari 32 Ha potensi lahan perikanan yang belum tergarap, baru 6 Ha yang mampu dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menindaklanjuti kesepakatan  MoU Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur  dengan pihak  drive Bulog Samarinda, maka dengan hal tersebut pihak Kecamatan Kaubun telah melaksanakan  pertemuan dengan Kepala Desa, Perangkat Desa, Kepala BPP Kecamatan Kaubun dan Ketua Kelompok Tani yang ada di Desa Bumi Etam, Bumi Rapak, Desa Bumi Jaya dan Cipta Graha yang membahas dan mengidentifikasi  lahan Potensi dan fungsi yang ada di Desa tersebut.Sesuai pengajuan dari Kecamatan Kaubun bahwasanya Kecamatan Kaubun merupakan kecamatan Swasembada Beras terbesar di Kutai Timur sehingga Kecamatan Kaubun mengajukan diri sebagai lumbung pangan di Kutai Timur. Namun sesuai dengan MoU, pihak Bulog meminta Data terkait dengan jumlah lahan potensi dan fungsi untuk di jadikan dasar untuk memproyeksikan hasil panen sesuai dengan permintaan Bulog. Adapun data yang di peroleh dengan lahan potensi dan fungsi sebagai berikut :

1. Desa Bumi Etam.

Desa bumi Etam merupakan ibu Kota Kecamatan Kaubun dengan jumlah Kepala Keluarga 540 KK dengan jumlah penduduk sekitar 1959 orang . Jumlah kelompok tani yang ada di Desa Bumi Etam sebanyak 4 ( empat)  Kelompok Tani( KT.Flabomora, Gotong Royong,Bina Bersama dan karya Bakti.) dengan jumlah lahan fungsi sekitar 91  Ha dan lahan potensi sekitar 21 Ha.  Di Desa Bumi Etam tahun 2009 mendapatkan dana Gapoktan senilai Rp.100.000.000,- ( Seratus Juta Rupiah) sebagai dana bantuan untuk peningkatan kualitas dan kuantitas hasil pertanian persawahan. Namun dengan adanya usaha pengembangan kelompok –kelompok tani yang ada mengharapkan bantuan dari Pemerintah Kab.Kutai Timur dalam hal ini Dinas Pertanian Kab,Kutai Timur dengan harapan hasil pertanian yang ada bisa lebih meningkat di banding tahun sebelumnya.

 

2. Desa Bumi Rapak

Di Desa Bumi Rapak terdapat  435 KK dengan jumlah penduduk sekitar 1.644 jiwa dengan jumlah  Kelompok Tani  sebanyak 14 Kelompok dengan total lahan fungsi 392 Ha dan lahan potensi 118 Ha. Dari keterangan yang didapat bahwasanya permasalahan yang ada terkait dengan peningkatan hasil dan mutu pertanian dalam hal ini  terkait dengan permasalahan obat-obatan dan minimnya hand traktor. Di Desa Bumi Rapak sudah 2 ( Dua ) kali mendapat kunjungan Bupati Kutai Timur acara panen raya. Hal ini menunjukan bahwasanya Di Desa bumi Rapak memang sudah sewajarnya menjadi lumbung beras untuk Kabupaten Kutai Timur. Namun tanpa adanya bantuan yang stimulan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bisa menambah hasil  pertanian yang lebih baik dan berkembang. Adanya bendungan yang ada di Desa Bumi Rapak sebagai penunjang yang sangat utama dalam hal pengairan persawahan  yang sangat membantu petani dalam meningkatkan mutu pertanian. Bendungan ini bisa mengairi persawahan petani-petani yang ada di Desa Bumi Rapak dan Desa Bumi Jaya. Sehingga kombinasi bendungan yang ada dan bantuan stimulan dari Pemerintah  kabupaten Kutai timur bisa lebih meningkatkan hasil pertanian persawahan sehingga nantinya Desa Bumi Rapak sebagai lumbung beras di Kutai Timur.

 

3.Desa        : Bumi Jaya

Di Desa Bumi Jaya terdiri atas 227 KK dan jumlah penduduk sebanyak 745 jiwa  terdapat 5 ( lima) Kelompok tani dengan Areal lahan fungsi 59 Ha dan lahan potensi 88 Ha.

Sesuai dengan keterangan yang di peroleh dari Ketua Kelompok – Kelompok Tani yang ada bahwasanya hasil panen yang ada di prediksikan sekitar 3 Ton. Adapun permasalahan yang di hadapai oleh petani pada umumnya masalah yang terkait dengan obat-obatan dan hama yang sering kali menghambat para petani Dalam mengembangkan mutu dan kuantitas hasil pertaniannya. Sehingga dengan ada wacana Kecamatan Kaubun sebagai lumbung beras di Kutai Timur, Para petani mengharapkan bantuan obat-obatan dan handtraktor agar hasil pertanian bisa meningkat.untuk sementara ini kelompok –Kelompok tani yang ada mendapatkan dana Gapoktan senilai Rp.100.000.000,-( seratus juta Rupiah) tahun 2009. Namun dengan adanya bantuan stimulan dari Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian Kab.Kutai Timur diharapkan bisa meningkatkan mutu dan kuantitas hasil pertanian di Desa Bumi Jaya. Dengan adanya bendungan yang ada di Desa Bumi Rapak yang nantinya bisa mengairi persawahan sampai Desa Bumi Jaya hal ini sebagai salah satu faktor meningkatnya hasil pertanian persawahan yang ada di Desa Bumi Jaya.

 

4. Desa Cipta Graha

Di Desa Cipta Graha terdiri 302 KK dan jumlah penduduk sebanyak 1083 Jiwa. terdapat 16 ( enam belas ) kelompok Tani dengan areal lahan fungsi 229 Ha dan lahan potensi 810 Ha.Permasalahan yang ada di Desa Cipta Graha terkait dengan adanya hasil dan mutu pertanian yaitu masalah pupuk dan minimnya handraktor. Dengan adanya bantuan tambahan dari Pemerintah Kabupaten Kutai timur di harapkan bisa menambah dan meningkatkan mutu pertanian yang ada. Perlu diketahui di Desa Cipta Graha terdapat bendungan yang oleh Kelompok Tani yang ada di jadikan pengairan sawah oleh para petani.

 

III.    Kesimpulan.

Dari hasil keterangan diatas bisa disimpulkan terkait dengan jumlah lahan persawahan di Desa Bumi Etam, Bumi Rapak, Bumi Jaya dan Desa Cipta Graha sebagai dasar hasil MoU Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur dan Sub Drive Bulog Samarinda.

 

No

Desa

Jumlah KT

Lahan fungsi

Lahan potensi

1

2

3

4

Bumi Etam

 

Bumi Rapak

 

Bumi Jaya

 

Cipta Graha

4 KT

 

14 KT

 

5 KT

 

16 KT

91 Ha

 

392 Ha

 

59 Ha

 

229 Ha

22 Ha

 

118 Ha

 

88 Ha

 

810 Ha

 

Jumlah Keseluruahan         39 KT              771 Ha                      1038 Ha

Dengan total keseluruhan jumlah lahan fungsi dan potensi yang ada di Desa Bumi Etam, Bumi Rapak, Bumi Jaya dan Cipta Graha  sejumlah 1809 Ha.

Dari jumlah lahan potensi yang ada jika dikembangkan dengan hasil panen 5 tonx2x panen/ha dalam setiap tahunnya.Maka bisa di simpulkan hasil panen gabah Kering dalam setiap tahunnya 5tonx2kali panen/tahunx1038 ha=10.380.ton/tahun.

2 pemikiran pada “Laporan Hasil Survei Potensi Lahan Pertanian di Desa Bumi Etam, Bumi Rapak, Bumi Jaya dan Cipta Graha

  1. Buat pak menteri Pertanian RI di tempat. Negara kita adalah negara Agraris yang memiliki lahan pertanian yang cukup besar dan luas, selayaknya departemen pertanian memiliki konsep yang jelas dengan penemuan 2 yang menguntungkan semua pihak , selayaknya subsidi diperbesar dan selanjutnya oleh pemerintah yang membelinya hasil pertanian tersebut dari masyarakat . tetapi sdm yang ada di departemen haruslah sdm yang bermoral dan penuh rasa tanggung jawab untuk bekerja sama dengan para petani terutma kepada pemilik lahan , jika departemen pertanian dengan kerja sungguh-sungguh dan terencana , maka rakyat indonesia pasti makmur dan sejahtera karena para tengkula tidak ada kesempatan untuk ber aktivitas.

    1. IYa pak, harapan kami seperti itu.namun menurut kenyataan dilapangan khususnya ditempat kami..totalitas perencanaan pembangunan dibidang pertanian spertinya masih bagus ditingkat pusat..kalo di daerah kami payah…komitmennya masih kurang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s