Sekilas Tentang Kecamatan Kaubun

Kecamatan Kaubun merupakan eks daerah pemukiman transmigrasi yang dibuka oleh pemerintah pusat pada tahun 1988 oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang waktu itu masih bernama Kaliorang. Kawasan Permukiman Transmigrasi Kaliorang terletak di wilayah Kecamatan Kaliorang dengan Pola Usaha permukiman transmigrasi adalah pertanian tanaman pangan dan perkebunan. Dalam Kawasan Transmigrasi Kaliorang terdapat beberapa desa baik berupa desa setempat maupun desa yang terbentuk melalui perkembangan Unit Permukiman Transmigrasi (UPT).

Kawasan Transmigrasi Kaliorang terdiri dari 13 (tiga belas) Unit Permukiman Transmigrasi ditambah 2 (dua) desa setempat, yaitu UPT Kaubun yang ditetapkan dengan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) seJuas 4.389 ha sesuai dengan nomor SK HPL :35/HPL/DA/88, Tgl. 27 Mei 1988, dan dan UPT Pengadan dengan luas HPL 6.137 ha ,sesuai dengan nomor SK HPL : 10/HPL/.BPN/96, Tgl.16 Januari 1996.

Kecamatan Kaubun adalah bagian dari Wilayah Kabupaten Kutai Timur dengan luas wilayah 153,38 km2 yang terletak disebelah Barat Daya dari ibukota Kabupaten Kutai Timur, Sangatta. Kecamatan Kecamatan Kecamatan Kaubun merupakan hasil dari pemekaran Kec. Kaliorang pada akhir tahun 2005 menjadi 2 (dua) kecamatan yaitu Kec. Kaliorang, dan Kec. Kaubun yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2005 tentang Pembentukan Kecamatan Sangatta Selatan, Kecamatan Teluk Pandan, Kecamatan Rantau Pulung, Kecamatan  Kaubun,Kecamatan Karangan, Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Long Mesangat pada tanggal 31 Oktober 2005

Batas wilayah Kecamatan Kaubun sebagaimana tercantum dalam  Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 12 Tahun 2005 Pasal   12 ayat (4) adalah sebagai berikut :

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan  Sangkulirang
  2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sangkulirang
  3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kaliorang
  4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan   Bengalon

Namun hingga saat ini, ada beberapa titik koordinat batas Kecamatan Kaubun dengan kecamatan yang bersebelahan yang lain yang belum disepakati dan hingga saat ini sedang dilaksanakan proses inventarisasi titik koordinat oleh Pemerintah Daerah.

Kecamatan Kaubun juga terletak pada  Lintang : 1o 14’ 24” – 0o 48’ 0” LU dan pada Bujur : 117o 38’ 06”  BT – 117o 58’ 12” BT. dari posisi tersebut dapat diketahui bahwa Kecamatan Kaubun tetap berada dalam posis yang dekat dengan garis khatulistiwa yang memiliki 2 musim yang tidak dapat ditebak setiap tahunnya yaitu musim hujan dan musim kemarau. Dengan posisi tersebut Kecamatan sangat ideal untuk dikembangkan tanaman musiman maupun komoditas pangan yang memerlukan sumber curah hujan yang banyak setiap tahunnya.

Kecamatan Kaubun memiliki nilai lebih dimata investor khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit, dengan kondisi lahan berbukit dan iklim tropis dengan curah hujan tinggi setiap tahunnya membuat wilayah Kecamatan Kaubun menjadi lahan yang cocok untuk pengembangan lahan Kelapa Sawit. Dengan luas lahan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) yang dimiliki eks Trans Kaubun dan Pengadan mencapai 10.526 Ha, merupakan potensi yang sangat luas bagi pengembangan pertanian dan perkebunan di Kecamatan Kaubun dimasa yang akan datang.

Selain potensi perkebunan dan pertanian, potensi perikanan juga potensial untuk dikembangkan di Kecamatan Kaubun. Potensi perikanan yang dapat dikembangkan yaitu perikanan darat dan perikanan air laut karena beberapa Desa seperti Desa Bumi Rapak, Desa Bumi Etam dan Desa Cipta Graha berbatasan dengan laut dan merupakan daerah pesisir yang berpotensi untuk dikembangkan perikanan tambak/ air payau. Dengan beberapa anak sungai yang mengalir didalamnya dapat dipergunakan sebagai areal perikanan air tawar disamping untuk memenuhi kebutuhan air irigrasi bagi para petani dan air untuk kebutuhan hidup penduduk disekitar sungai. Hingga saat ini dari 32 Ha potensi lahan perikanan yang belum tergarap, baru 6 Ha yang mampu dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam mendukung program pemerintah Kabupaten Kutai Timur yaitu revitalisasi Gerdabangabri (Gerakan Daerah Pengembangan Agribisnis), Kecamatan Kaubun pada saat ini telah mengupayakan untuk menjadi sentra produsen tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur. Hal itu tidak dapat dipungkiri mengingat hingga saat ini masih ada potensi lahan basah seluas 635 Ha yang siap untuk dikembangkan. Sampai dengan saat ini jumlah lahan yang telah dikelola oleh Kelompok Tani atau Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di masing-masing Desa mencapai 564 Ha dan telah menghasilkan gabah kering sejumlah    Ton yang mampu menghasilkan padi sejumlah     Ton yang siap dikonsumsi oleh masyarakat.

Kecamatan Kaubun terdiri dari 8 (delapan) Desa yaitu

1. Desa Bumi Etam luasnya 29,7 Km2 dengan jumlah penduduk 1.373 orang

2. Desa Bumi Rapak luasnya 26,8 Km2 dengan jumlah penduduk 1.637 orang

3. Desa Bumi Jaya luasnya 14,5 Km2 dengan jumlah penduduk 747 orang

4. Desa Cipta Graha luasnya 15,4 Km2 dengan jumlah penduduk 1.074 orang

5. Desa Kadungan Jaya luasnya 11 Km2 dengan jumlah penduduk 754 orang

6. Desa Pengadan Baru luasnya 15 Km2 dengan jumlah penduduk 1.053 orang

7. Desa Mata Air luasnya 21,15 Km2 dengan jumlah penduduk 677 orang

8. Desa Bukit Permata luasnya    16,75 Km2 dengan jumlah penduduk  562 orang

Masing-masing Desa tersebut diatas telah memiliki sistem Pemerintahan Desa sebagai mana yang dipersyaratkan dalam ketentuan peraturan Perundangan yang berlaku saat ini yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Daerah turunannya yang telah disahkan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s